Category: Pengembangan Diri dan Karir

Bagaimana Membangun Kebiasaan Baik dalam 4 Langkah Sederhana

4 langkah sederhana bagaimana membangun kebiasaan baik dan menghilangkan kebiasaan buruk yang dirangkum dari buku Atomic Habit karya James Clear dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

Bagaimana Menciptakan Kebiasaan Baik
Hukum pertama (Petunjuk)Menjadikannya terlihat
Hukum kedua (Gairah)Menjadikannya menarik
Hukum ketiga (Tanggapan)Menjadikannya mudah
Hukum keempat (Ganjaran)Menjadikannya memuaskan
Bagaimana Menghilangkan Kebiasaan Buruk
Kebalikan hukum pertama (Petunjuk)Menjadikannya tidak terlihat
Kebalikan hukum kedua (Gairah)Menjadikannya tidak menarik
Kebalikan hukum ketiga (Tanggapan)Menjadikannya sulit
Kebalikan hukum keempat (Ganjaran)Menjadikannya tidak memuaskan

Setiap kali ingin membangun kebiasaan baru, kita cukup bertanya pada diri sendiri:

  • Bagaimana saya menjadikannya terlihat?
  • Bagaimana saya menjadikannya menarik?
  • Bagaimana saya menjadikannya mudah?
  • Bagaimana saya menjadikannya memuaskan?

Memecahkan Masalah dan Mengambil Keputusan Secara Efektif untuk Meningkatkan Kinerja Organisasi

Setiap orang pasti memiliki masalah dan perlu diingat bahwa apapun masalah yang kita hadapi pasti telah disesuaikan oleh Allah berdasarkan kemampuan kita masing-masing. Tugas kita adalah berusaha memecahkan masalah dan mengambil keputusan secara efektif berdasarkan kondisi yang ada. Oleh sebab itu diperlukan pendekatan untuk memecahkan masalah yang dapat diterapkan pada setiap situasi.

Tujuan dari artikel ini adalah untuk menunjukan sebuah metode memecahkan masalah dan mengambil keputusan secara cerdas dan efektif yang dirangkum dari buku Problem Solving and Decision Making for Improvement karya Berny Gomulya. Proses memecahkan masalah dan mengambil keputusan secara efektif yang dijelaskan dalam artikel ini terdiri atas 4 langkah, yaitu:

Continue reading…

Setelah Lulus Kuliah Sebaiknya Langsung Kerja atau Lanjut S2?

Langsung kerja atau lanjut S2? Pilihan yang membingungkan bagi mahasiswa semester akhir maupun fresh graduate. Lulus kuliah bukanlah akhir dari suatu perjuangan para mahasiswa, tetapi awal dari suatu perjuangan yang lebih besar yaitu mewujudkan mimpi yang ada. Dilema ini diperparah dengan kondisi dimana membludaknya lulusan sarjana sehingga nilai sarjana dimata perusahaan turun harga dan fakta bahwa mahasiswa bukanlah tenaga siap kerja melainkan tenaga siap latih membuat sebagian lulusan fresh graduate ciut nyali jika harus bertarung di bursa lapangan kerja. Disisi lain, menjadi lulusan S2 dan meraih gelar magister tidak memberikan jaminan bahwa mahasiswa tersebut bisa langsung memperoleh pekerjaan yang diimpikannya padahal biaya dan usaha yang dikeluarkan untuk menempuh pendidikan S2 tidaklah sedikit, ditambah lagi rasa gengsi yang mungkin muncul karena merasa sudah lulusan S2 membuat mahasiswa kerap terlalu selektif dalam mengambil peluang pekerjaan yang ada. Lalu bagaimana solusinya?

Artikel ini mencoba membantu anda menjawab kegalauan yang ada dengan menyajikan sisi positif dan negatif dari setiap pilihan, serta apa saja yang perlu dipertimbangkan saat mengambil keputusan apakah memilih langsung kerja atau lanjut S2. Pada bagian akhir dari artikel ini, penulis mencoba memberikan rekomendasi dari berbagai sumber yang dapat dipertimbangkan sebelum memantapkan pilihan anda.

Continue reading…