Setelah Lulus Kuliah Sebaiknya Langsung Kerja atau Lanjut S2?

Langsung kerja atau lanjut S2? Pilihan yang membingungkan bagi mahasiswa semester akhir maupun fresh graduate. Lulus kuliah bukanlah akhir dari suatu perjuangan para mahasiswa, tetapi awal dari suatu perjuangan yang lebih besar yaitu mewujudkan mimpi yang ada. Dilema ini diperparah dengan kondisi dimana membludaknya lulusan sarjana sehingga nilai sarjana dimata perusahaan turun harga dan fakta bahwa mahasiswa bukanlah tenaga siap kerja melainkan tenaga siap latih membuat sebagian lulusan fresh graduate ciut nyali jika harus bertarung di bursa lapangan kerja. Disisi lain, menjadi lulusan S2 dan meraih gelar magister tidak memberikan jaminan bahwa mahasiswa tersebut bisa langsung memperoleh pekerjaan yang diimpikannya padahal biaya dan usaha yang dikeluarkan untuk menempuh pendidikan S2 tidaklah sedikit, ditambah lagi rasa gengsi yang mungkin muncul karena merasa sudah lulusan S2 membuat mahasiswa kerap terlalu selektif dalam mengambil peluang pekerjaan yang ada. Lalu bagaimana solusinya?

Artikel ini mencoba membantu anda menjawab kegalauan yang ada dengan menyajikan sisi positif dan negatif dari setiap pilihan, serta apa saja yang perlu dipertimbangkan saat mengambil keputusan apakah memilih langsung kerja atau lanjut S2. Pada bagian akhir dari artikel ini, penulis mencoba memberikan rekomendasi dari berbagai sumber yang dapat dipertimbangkan sebelum memantapkan pilihan anda.

Jika Memilih Langsung Bekerja

Sebagian besar mahasiswa yang lulus S1 akan memilih langsung bekerja dengan alasan ingin segera memiliki penghasilan agar mandiri dan tidak membebani orang tua, atau mungkin juga karena sudah jenuh dengan dunia perkuliahan dan ingin segera mempraktekan ilmunya.

Kelebihan Langsung Bekerja

#1 Dapat Segera Mandiri Secara Finansial

Salah satu alasan utama lulusan fresh graduate memilih lengsung bekerja adalah agar segera memiliki penghasilan sendiri dan dapat mandiri. Jika sebelumnya saat masih mendapatkan uang jajan dari orang tua, mungkin anda sering ditanyai dipakai buat apa uang jajannya dan terkadang akan ditegur jika orang tua tidak setuju dengan apa yang anda beli. Namun, hal tersebut tidak akan terjadi lagi saat uang yang anda belanjakan dari hasil keringat anda sendiri. Sekarang anda bisa bebas mengatur keuangan anda dan ini adalah kebanggaan karena telah mandiri secara finansial.

#2 Dapat Membantu Ekonomi Keluarga

Dengan langsung bekerja dan mendapat penghasilan, anda tidak hanya bisa mandiri secara finansial, tetapi juga dapat membantu keuangan orang tua dan adik-adik anda yang mungkin masih sekolah. Membantu ekonomi keluarga merupakan bentuk bakti dan terimakasih kita kepada orang tua sekaligus membanggakan orang tua.

#3 Memperoleh Pengalaman di Dunia Kerja

Dibandingkan latar belakang pendidikan, umumnya pengalaman kerja dinilai lebih besar di dunia profesional karena merupakan bukti kompetensi seseorang yang sesungguhnya. Dengan langsung bekerja, anda akan lebih dahulu merasakan asam garam dari kehidupan seorang profesional dibandingkan yang melanjutkan pendidikan S2 sehingga bisa jadi nanti anda lebih diutamakan untuk dipromosikan ke posisi yang lebih tinggi dibandingkan karyawan lulusan S2 yang minim pengalaman kerja. Pengalaman kerja yang anda peroleh juga akan sangat bermanfaat saat anda memutuskan melanjutkan pendidikan ke S2 karena metode pembelajaran saat S2 lebih banyak berisi diskusi mengenai studi kasus dan dosen biasanya hanya berperan sebagai moderator.

#4 Tetap Bisa Melanjutkan S2 dengan Dana Sendiri

Langsung bekerja bukan berarti anda tidak bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Anda bisa mengambil kelas eksekutif saat melanjutkan pendidikan S2, yaitu kelas yang memang diperuntukan khusus bagi para profesional yang melanjutkan pendidikan. Umumnya kelas eksekutif ini jam kuliahnya setiap hari sabtu-minggu atau saar malam hari sehingga tidak mengganggu jam kerja. Alternatif lainnya, anda bisa menggambil cuti kerja untuk melanjutkan pendidikan S2. Dari sisi biaya kuliah, anda bisa menggunakan uang yang anda sisihkan dari gaji setiap bulannya atau dari beasiswa seperti beasiswa LPDP.

#5 Dapat Memilih Jurusan S2 yang Sesuai Kebutuhan Karir

Lanjut S2 setelah bekerja membuat anda lebih yakin untuk mengambil jurusan apa karena sudah memiliki pekerjaan tetap sehingga terhindar dari salah pilih jurusan.

Kekurangan Langsung Bekerja

#1 Persaingan Kerja untuk Lulusan Fresh Graduate Sangat Ketat

Sebagai seorang fresh graduate ketika melamar kerja maka anda akan bersaing dengan lulusan S1 lainnya yang jumlahnya sangat banyak, bahkan sangat mungkin anda juga bersaing dengan job seeker lainnya yang memiliki latar belakang pendidikan lebih tinggi maupun yang telah memiliki pengalaman kerja. Hal ini tentunya membuat persaingan untuk mendapatkan posisi idaman di perusahaan yang diinginkan menjadi sangat sengit dan hal ini bisa menjadi lebih sulit untuk dimenangkan jika anda tidak memiliki differentiation ataupun competitive advantage dibandingkan job seeker lainnya. Solusi yang bisa dilakukan yaitu anda bisa mencoba mengambil sertifikasi yang mendukung anda untuk mendapatkan pekerjaan impian anda. Selain itu jika anda adalah mahasiswa semester awal atau semester pertengahan, anda bisa aktif mengikuti kegiatan organisasi dan mengikuti berbagai kompetisi tingkat nasional.

#2 Menjadi Malas Belajar Lagi Karena Sudah Kenal Uang

Umumnya mereka yang sudah bekerja akan merasa berat dan malas untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dengan alasan biaya yang harus dikeluarkan cukup besar dan waktu yang pendidikan cukup lama sekitar 2 tahun. Jika mengambil kelas reguler, maka harus meninggalkan pekerjaan saat ini baik dengan cara cuti maupun resign dan tentu itu berarti harus rela sumber income utama terhenti. Sedangkan jika mengambil kelas eksekutif, maka harus rela mengorbankan waktu istirahat yang sangat berharga dan seandainya ditengah jalan tidak kuat melaluinya maka sangat mungkin kehilangan keduanya, dikomplain atasan karena hasil kerja yang kurang maksimal dan perkuliahan yang tidak kunjung selesai karena kurangnya waktu untuk mengerjakan thesis. Solusinya yaitu anda harus punya target bahwa dalam waktu 3-5 tahun setelah bekerja harus melanjutkan pendidikan S2 sehingga usia anda saat melanjutkan pendidikan S2 masih cukup muda, dan biasakan juga membaca buku untuk menjaga semangat belajar anda.

#3 Karir Mentok pada Manajemen Level Bawah

Ada posisi-posisi di perusahaan yang mensyaratkan latar belakang minimal S2, biasanya posisi middle level management dan top level management karena posisi tersebut membutuhkan pengetahuan yang mungkin hanya bisa diperoleh melalui pendidikan S2. Oleh karena itu jika latar belakang pendidikan anda hanya S1 maka besar kemungkinan bahwa karir anda akan mentok pada lower level management. Solusi yang bisa dilakukan adalah anda selain bekerja bisa mencoba untuk mencari-cari tempat kuliah yang cocok sekaligus mencari beasiswa atau menabung untuk membiayai kuliah anda sehingga dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 agar bisa meningkatkan karir anda.

Jika Memilih Melanjutkan Pendidikan ke Jenjang S2

Sebagian lulusan fresh graduate memilih untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, yaitu S2. Umumnya hal ini karena mereka memperoleh beasiswa S2, memiliki orang tua yang mapan sehingga dapat membiayai pendidikan S2, merasa bahwa ilmu yang diperoleh dari S1 belum cukup sehingga ingin memperdalam di S2, atau memiliki impian untuk menjadi seorang akademisi misalnya dosen.

Kelebihan Melanjutkan Pendidikan Ke Jenjang S2

#1 Semangat Belajar di Bangku Perkuliahan Masih Tinggi

Umumnya lulusan S1 berusia sekitar 21-23 tahun dimana usia tersebut masih sangat optimal untuk memperdalam pengetahuan di bangku perkuliahan. Ditambah lagi pada usia tersebut biasanya belum menikah sehingga belum ada tanggungan dan bisa tetap fokus untuk belajar. Coba bandingkan dengan mereka yang melanjutkan pendidikan S2 setelah bekerja selama 3-5 tahun yang berarti sudah berusia sekitar 26-28 tahun dimana pada usia tersebut tentu sangat sulit untuk fokus memperdalam ilmu karena sudah tuntutan untuk mencari nafkah bagi keluarga, berbagai urusan rumah tangga, masalah kantor, dan sebagainya.

#2 Memperoleh Pemahaman Disiplin Ilmu yang Lebih Kuat dan Mendalam

Pembelajaran di jenjang S2 lebih banyak berisi belajar mandiri dan diskusi mengenai studi kasus real di lapangan dengan tujuan memperoleh pemahaman mendalam mengenai bagaimana penerapan teori pada kondisi yang sesungguhnya. Dengan begitu jika anda melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 maka akan memperoleh pengetahuan dan pemahaman teori yang lebih baik dimana hal ini membuat kompetensi anda jauh lebih unggul dibandingkan lulusan S1.

#3 Bebas Memilih Mau Menjadi Akademisi atau Profesional Setelah Lulus S2

Pilihan yang bisa diambil lulusan S1 selain menjadi entrepreneur adalah menjadi profesional, sedangkan lulusan S2 memiliki pilihan yang lebih banyak yaitu apakah mau menjadi profesional atau akademisi karena latar belakang minimal untuk menjadi seorang akademisi adalah S2. Dengan begitu, lulusan S2 selain memiliki kompetensi yang lebih unggul dibandingkan S1 juga memiliki lebih banyak pilihan dalam karir.

#4 Peluang Diterima Kerja Lebih Besar Dibandingkan Lulusan S1

Apabila lulusan S1 dan lulusan S2 bersaing untuk memperebutkan posisi yang sama maka tentunya yang akan dipilih adalah yang lulusan S2 meskipun menuntut gaji yang sedikit lebih tinggi dibandingkan yang lulusan S1. Hal ini tentu wajar karena lulusan S2 memiliki kompetensi yang lebih baik dibandingkan lulusan S1.

#5 Jenjang Bisa Karir Bisa Lebih Tinggi Dibandingkan Lulusan S1

Karyawan dengan latar belakang pendidikan S1 umumnya akan mentoh pada low level management seperti supervisor. Sedangkan karyawan dengan latar belakang pendidikan S2 bisa terus melanjutkan karirnya hingga middle level management seperti kepala departemen, manajer cabang, atau junior executive bahkan hingga top level management seperti direktur utama maupun general manager.

#6 Memperoleh Lebih Banyak Network dengan Orang yang Sudah Bekerja

Saat menempuh pendidikan S2 anda akan banyak beriteraksi dengan teman-teman yang biasanya sudah bekerja atau memiliki usaha sendiri. Dengan begitu anda dapat memperoleh network dengan orang-orang hebat yang mungkin bisa membantu anda mendapatkan pekerjaan idaman anda setelah lulus nanti.

Kekurangan Melanjutkan Pendidikan Ke Jenjang S2

#1 Belum Bisa Mandiri Secara Finansial

Dengan memilih untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 berarti anda harus bersabar selama 1,5-2 tahun agar dapat memiliki penghasilan sebagaimana mereka yang memilih langsung bekerja. Solusinya yaitu selama kuliah anda bisa mencoba usaha sampingan yang bisa dilakukan saat senggang seperti jualan online menggunakan dropship, blogging, membuat channel youtube, dan mengirimkan tulisan ke majalah atau koran.

#2 Pendidikan S2 Memakan Waktu yang Tidak Sebentar

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya bahwa waktu yang perlukan untuk lulus S2 berkisar 1,5 tahun hingga 2 tahun yang berarti bahwa anda akan sedikit telat saat memulai karir dan memiliki penghasilan dibandingkan mereka yang langsung bekerja setelah lulus kuliah. Namun sedikit telat tidak berarti anda kalah dibandingkan mereka yang memilih langsung bekerja, terutama jika anda benar-benar serius saat mengikuti perkuliahan serta memanfaatkan waktu yang ada untuk membangun skill dan network.

#3 Biaya Pendidikan S2 Cukup Besar

Biaya pendidikan S2 bervariasi bergantung apakah kampus negeri atau swasta, akreditasi perguruan tinggi, jurusan yang diambil, jenis kelas yang diambil, dan sebagainya. Umumnya biaya pendidikan S2 dari awal masuk hingga wisuda mulai dari Rp40 juta hingga Rp200 juta dan tentunya belum termasuk biaya hidup selama kuliah. Solusi dari tingginya biaya S2 adalah mencari beasiswa, misalnya yang penulis rekomendasikan adalah beasiswa LPDP yang dibuka setiap tahunnya.

#4 Belum Tentu Bisa Segera Mendapat Profesi Impian Setelah Lulus

Setelah lulus belum tentu anda bisa langsung memperoleh pekerjaan, tetapi dengan menjadi lulusan S2 berarti anda memiliki kompetensi lebih sehingga peluang untuk segera memperoleh pekerjaan impian anda bisa lebih besar dibandingkan jika tidak lanjut S2.

Pertimbangan Sebelum Mengambil Keputusan

Apabila anda masih bingung untuk memutuskan apakah setelah lulus kuliah sebaiknya langsung kerja atau lanjut S2 sebaiknya mempertimbangkan beberapa hal sebagai berikut:

  1. Objektif diri
  2. Peran Sosial
  3. Posisi di perusahaan yang menjadi tujuan

Objektif Diri

“Start from the end, mulailah dari akhir” adalah salah satu prinsip yang harus anda pegang saat merasa bingung dengan pilihan yang harus diambil. Ingat-ingat kembali apa saja yang menjadi impian dan passion anda. Dari situlah anda bisa menarik ke belakang untuk mengetahui jalan mana yang harus diambil. Sebagai contoh, jika passion anda adalah mengajar dan ingin menjadi seorang dosen, maka melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 adalah pilihan yang tepat karena syarat utama menjadi dosen ialah minimal lulusan S2. Sedangkan jika impian anda adalah menjadi seorang profesional maka latar belakang sarjana sudah cukup, berikutnya tinggal segera berkerja untuk menambah “jam terbang” dan mungkin mengambil sertifikasi untuk menunjang keahlian anda.

Peran Sosial

Sebagai makhluk sosial tentu kita memiliki lebih dari satu peran yang semuanya harus kita laksanakan dengan baik dan berimbang. Sebagai contoh, penulis adalah seorang anak laki-laki, mahasiswa semester akhir, hamba Allah, dan anggota masyarakat. Dalam beberapa tahun kedepan, insya’allah akan memiliki peran baru sebagai suami dan kemudian sebagai ayah. Oleh karena itu dalam memutuskan apakah setelah lulus kuliah akan langsung kerja atau lanjut S2, kita perlu mempertimbangkan apa saja tuntutan dari peran-peran sosial yang ada, lalu membuatnya menjadi daftar prioritas agar kita dapat mengambil langkah yang tepat.

Sebagai contoh, jika anda adalah anak laki-laki tertua dalam keluarga, anda mungkin diharapkan untuk segera bekerja agar dapat membantu perekonomian keluarga atau setidaknya dapat mandiri secara finansial. Kemudian memutuskan melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 tanpa memperhatikan tuntutan sosial ini. Setelah berjuang selama 2 tahun hingga akhirnya berhasil mendapatkan gelar magister, ternyata anda tidak kunjung mendapatkan pekerjaan sebagaimana yang anda harapkan akibat anda menjadi terlalu selektif karena merasa sudah S2 atau karena persaingan yang kian ketat. Maka bisa anda bayangkan seperti apa beban mental yang mungkin harus ditanggung?

Perlunya mempertimbangkan peran sosial adalah agar anda dapat menyeimbangkan tuntutan peran sosial yang ada sehingga anda dapat mengambil keputusan yang tepat berdasarkan prioritas.

Posisi di Perusahaan yang Menjadi Tujuan

Penting untuk memahami perusahaan dan posisi yang anda saat sehingga dapat memperbesar peluang anda diterima pada posisi tersebut. Hal-hal yang perlu anda ketahui antara lain:

  1. Bidang industri perusahaan, misalnya dibidang apa perusahaan bergerak, bagaimana posisi perusahaan di industri, apa saja produk perusahaan, dan siapa saja kompetitor perusahaan.
  2. Persyaratan administratif untuk posisi yang disasar, misalnya jenjang pendidikan terakhir, batas minimal IPK, batas maksimal usia, pengalaman kerja, dan sertifikasi yang disyaratkan.

Bila posisi yang anda sasar mensyaratkan pendidikan minimal S1, apakah menjadi lulusan S2 akan memberikan keuntungan keuntungan, misalnya peluang diterima atau jumlah gaji yang didapatkan? Sebaliknya, jika posisi yang disasar mensyaratkan pendidikan minimal S2, maka mengirimkan lamaran dengan latar belakang S1 hanya akan menghasilakn penolakan.

Kesimpulan

Baik memilih langsung kerja maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 memiliki kelebihan dan kekuarangannya masing-masing. Jika memilih langsung bekerja maka anda bisa segera memiliki penghasilan dan mandiri secara finansial serta dapat membantu ekonomi keluarga. Disisi lain, dengan memilih langsung bekerja maka anda melewatkan peluang untuk memperdalam ilmu dijenjang yang lebih tinggi saat usia anda masih muda dan besar kemungkinan karir anda akan mentok di lower level management karena posisi middle level management maupun top management biasanya mensyaratkan latar belakang pendidikan minimum S2.

Apabila anda memilih untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 maka anda bisa memperdalam pemahaman anda akan teori yang dipelajari saat S1 pada usia yang masih muda. Selain itu, anda bisa memilih apakah ingin menjadi seorang akademisi atau profesional setelah lulus dan peluang anda untuk diterima saat melamar kerja lebih tinggi dibandingkan lulusan S1 serta berpeluang untuk mencapai top level management saat berkarir. Disisi lain, dengan melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 berarti anda melewatkan peluang untuk bisa segera memiliki penghasilan agar bisa mandiri secara finansial dan membantu ekonomi keluarga.

Apapun pilihan anda akan memiliki konsekuensi positif maupun negatif dalam jangka panjang sehingga pastikan keputusan anda diambil dari hasil pemikiran yang matang dengan mempertimbangkan objektif diri, tuntutan peran sosial, dan posisi yang menjadi target anda.

Rekomendasi

Umumnya perusahaan mensyaratkan latar belakang pendidikan S1 bagi fresh graduate untuk posisi staf hingga lower level management seperti supervisor. Sedangkan latar belakang pendidikan S2 umumnya disyaratkan untuk mengisi posisi middle level management hingga top
level  management dan tentunya disertai pengalaman kerja selama beberapa tahun. Oleh karena itu penulis lebih condong untuk merekomendasikan anda untuk memilih langsung bekerja kecuali pendidikan S2 anda dibiayai oleh beasiswa.

Carilah pekerjaan di perusahaan yang dapat memberikan kesempatan belajar dan kesempatan naik ke jenjang karir yang lebih tinggi secara fair. Hal ini karena belajar tidak selalu dalam pengertian tradisional dimana anda belajar didalam bersama guru melainkan belajar adalah suatu proses meningkatkan kualitas diri dan dengan anda bekerja mestinya proses belajar tidak terhenti atau melambat. Belajar selama bekerja bisa dilakukan dengan melibatkan diri dalam berbagai proyek, mengikuti rapat, dan berdiskusi bersama senior maupun atasan. Oleh karena itu pilihlah perusahaan yang bisa meningkatkan nilai anda, bukan perusahaan yang membuat anda bekerja layaknya robot. Hal ini bisa anda lihat dari budaya perusahaan.

Bila anda bekerja pada perusahaan yang memfasilitasi kesempatan belajar selama beberapa tahun, maka pendidikan S2 hanya menjadi pelengkap dari kompetensi anda dan pengalaman anda saat bekerja akan membantu anda selama proses perkuliahan karena metode belajar saat S2 lebih banyak berisi diskusi dan belajar mandiri.

Singkatnya, lebih baik anda bekerja dahulu selama 3-5 tahun baru kemudian melanjutkan pendidikan ke jenjang S2.

Diterbitkan oleh

Atang Nurkholqi Hadiyal Anam

Born in Waingapu on October 4, 1996. Master of Islamic Economics at Tazkia University College of Islamic Economics. Have strong passion in the field of Islamic finance, financial investment, business develoment, and Islamic financial institution. Love reading book, blogging, and martial art. I create this blog to share my story, knowledge, and opinion about current issues. I hope you enjoy this blog ;- )

Tinggalkan Balasan